Tuesday, February 05, 2019

Kemana Hujan Hari Ini?

Gong Xi Fa Cai! Selamat imlek bagi yang merayakan. Selamat menikmati satu hari leyeh-leyeh dan liburan bagi yang kecipratan.

Imlek identik dengan hujan. Katanya kalau hujan turun saat imlek tandanya rezeki setahun kedepan bakalan lancar. Dan memang betul, tahun tahun sebelumnya kalau imlek pasti turun hujan. Hujan deres bahkan. Imlek tahun lalu pas lagi liburan ke Sumba. 4 hari 3 malem cuaca terang benderang kecuali pas imlek. Hujan turun deress banget, padahal waktu itu agendanya kita lagi di Danau Weekuri yang super duper indah. Disaat hujan dan mendung aja ini Danau masih belum kehilangan pesonanya, kalau cerah dijamin juara ini pemandangannya.

NAH yang mau gue bahas kali ini adalah... hari ini udah siap siap mau menyambut hujan, dengan cara ga keluar rumah atau kalaupun keluar mau bawa payung dan jas hujan. Tapii udah ditungguin sampe siang mendungnya ga dateng dateng, hujan tak kunjung tiba. Sore... sampai malam pun belum juga datang. Baiklah mungkin memang belum jodoh sama hujan-.- Ada yang bilang kalo kita sangat menginginkan sesuatu justru hal itu akan semakin jauh, tapi kalau kita biasa-biasa aja justru hal itu dateng sendiri hmm mungkin ini berlaku juga buat hujan yang sangat diharapkan hari ini.

Ketika berharap.. hujan atau apa pun itu, dalam hidup, harus siap untuk kecewa juga. Karena harapan berbanding lurus dengan kekecewaan. Bukan berarti tidak boleh berharap dan lantas kehilangan harapan dalam hidup, lebih kepada mempersiapkan diri untuk hal seburuk mungkin yang akan terjadi. Karena ga semua hal akan sesuai dengan ekspektasi kita, dan kekecewaan akan muncul ketika ekspektasi tidak diimbangi dengan realita.

Gue pernah dikasih tau konsep reframing. Dengan reframing, kita mengubah cara berpikir kita menjadi sudut pandang lain. Mungkin seperti khusnudzon atau berbaik sangka kali ya (cmiiw). Jadi kalau hari ini hujan belum datang, mungkin karena ia sedang sibuk, ada tempat lain yang lebih membutuhkannya hari ini. Mungkin besok ia akan kembali.. mungkin juga tidak. Tunggu saja. Kalaupun ia tak kembali, berarti ada sesuatu yang lebih baik yang akan datang. Matahari misalnya :)

Tuesday, January 29, 2019

Mood Swing

Dalam diam 
Ada luka yang tertawa riang
Dan 
Hening yang menangis terlalu dalam
Ribuan cahaya hilangkan gelap 
Menatapmu 
Tak kuasa 
Ku terserap
-Tiga Pagi- 

Mood swing hits me hard for the past 2 weeks, or maybe more. Kadang ngerasa seneng banget, bersyukur, kadang pun ngeluh ga karuan, sedih, kesepian, ngerasa kayak paling ga beruntung, terus tiba tiba besoknya bersyukur lagi, nyadar kalo lagi lebay. Alhamdulillah.

Banyak hal yang belum bisa aku pahami. Hal-hal sederhana yang belakangan menjadi rumit.

Monday, November 26, 2018

Seloka Swarnadwipa: Bukan Sekedar Pertunjukan Tari

Tari Gending Sriwijaya

Latihan Sebelum Pentas

Drama Tari Cik Minah Sayang

Tari Mak Inang

Saturday, October 20, 2018

My First Summit! Gn. Gede 2958 mdpl



Rara : Wil naik gunung yuk
Wildan : Kapan?
Rara : Jumat depan
Wildan : Gunung apaan?
Rara : Gede
Wildan : Ayo deh. Temen gue juga kayanya ada yang mau ikut
Berawal dari percakapan random di kantor, akhirnya jadi juga naik gunung yang agak dadakan ini. Persiapan cuma 2 minggu dan Wildan yang jadi lawan bicara gue di atas justru ngga jadi ikut karena H-1 tepar. But then, the show must go on. Gue dan beberapa teman lainnya tetep lanjut daan as you can see in above pictures, kita muncak! Akhirnyaa impian untuk summit terpenuhi setelah 2 tahun yang lalu gagal muncak di Semeru karena kondisi team yang tidak memungkinkan. Kali ini aku senang! hehehe.

Anyway yang menuju puncak Gunung Gede bersamaku di atas ada Pak Surachman, Riyan, dan Mas Dana. Awalnya mau nekat muncak bareng rombongan sebelah gara-gara bangun kesiangan dan udah gaada mereka di tenda. Tapi untungnya setelah belum terlalu jauh berjalan papasan sama mereka. Dan mereka ternyata baru selesai nyari air, belum muncak. Emang terbaik lah mereka mereka ini. Pas muncak, mereka juga yang konsisten nyemangatin dengan bilang "Gak jauh kok Ra, bentar lagi juga sampe puncak" bahkan dari awal pendakian :')

Sunday, October 07, 2018

Aku Bersyukur

Belum ada batasan yang jelas mengenai seberapa jauh mata kita bisa melihat
Selama masih ada partikel cahaya yang terpancar,
aku asumsikan tak terbatas

Belum ada batasan yang jelas mengenai seberapa jauh kaki kita bisa melangkah
Selama ada kemauan,
aku asumsikan tak terbatas

Belum ada batasan yang jelas mengenai seberapa banyak kepala kita bisa menyimpan memori
Selama bisa dioptimalkan,
aku asumsikan tak terbatas

Untuk melihat hal yang lebih indah dari biasanya, dan menyimpan memori yang lebih berharga dari sebelumnya, aku melangkahkan kaki ku lebih jauh..

Lalu..
Aku menemukanmu
dan aku bersyukur.

(September 2018 - Puncak Gunung Gede, 2958mdpl)

Sunday, August 05, 2018

Jogja!


When talking about holiday destination people would generally split the options to three: 1) Mountain, 2) Beach, 3) City tour. Those who likes cold and calm ambience will choose mountain, those who enjoys sun and sea salt will choose beach, while those who dislike both will choose to do city tour. For me those option is not even an option. If there are any possibilities to do the three of them at one time, I would prefer to not choose only one, or two. I am a type of person who doesn't care where the road leads me to, as long as I go with the right companion, I will be amused.

Last weekend, at the end of July, the long awaited getaway finally realized. Me and my best companion, Ardini and Ana - whom I acquainted from University's Community Development Program 3 years ago in Bojonegoro, have planned this since a year or even two years ago when I just graduated from University. The plan was only a discourse until Ardini bought the ticket for me and Ana to force us go. Long story short, Ardini, Ana and Rose (Ana's friend) departed from Surabaya on Friday morning and arrived in Jogjakarta on Friday night. While I just arrived in Jogja on Saturday morning due to the night train from Jakarta.

We rented a car with a driver to take us to places we planned to visit that day. Our first destination was Mangunan, a highland with pine trees and extraordinary view of Jogja.



There is this place called Kebun Buah Mangunan which was built to provide the best spot to see hills and rivers of Jogja. From here, you can see an extraordinary face of Jogja. You would not even realize that this place is in Jogja if you only see the picture. Pardon me if I am being a hyperbolic, but it's true!

The access to Kebun Buah Mangunan is pretty easy as the local government already built a proper road for two cars to pass. Even it is located in a highland, you don't have to spend a lot of energy to walk way up since the distance from parking lot to the view-point spot is not so far. Ardini has backbone issue that made her unable to do mountain trek or walk too far but she survived here, so.. you will survive.

The next destination in Mangunan was Pine Forest.
But I guess I'll continue the story later..
So.. til next part of the story!